Jangan Cuci Ayam Mentah: Kebiasaan yang Terlihat Bersih Ini Bisa Menyebarkan Bakteri
Karena ingin membuatnya lebih bersih, kamu membawanya ke wastafel, menyalakan keran, lalu membilas setiap bagiannya dengan air.
Kebiasaan tersebut terlihat masuk akal. Kita mencuci buah dan sayuran sebelum mengolahnya, jadi ayam mentah seharusnya diperlakukan dengan cara yang sama.
Namun, mencuci ayam mentah tidak membuatnya lebih aman.
Air yang mengenai permukaan ayam dapat memercikkan cairan mentah ke wastafel, meja, peralatan makan, dan bahan makanan lain. Percikannya mungkin tidak terlihat, tetapi bakteri tetap dapat ikut berpindah.
Cara membuat ayam aman bukan dengan mencucinya, melainkan dengan menangani dan memasaknya secara benar.
Ayam Mentah Memang Dapat Membawa Bakteri
Ayam mentah dapat mengandung bakteri penyebab penyakit bawaan makanan, seperti Salmonella dan Campylobacter.
Keberadaan bakteri tersebut tidak selalu dapat dikenali melalui warna, bau, atau penampilan daging.
Menurut CDC, ayam mentah sudah siap dimasak dan tidak perlu dicuci terlebih dahulu. CDC juga menyarankan agar ayam mentah beserta cairannya dijauhkan dari makanan yang sudah matang atau siap dimakan.
Artinya, tujuan utama ketika menyiapkan ayam bukan mencoba membersihkan permukaannya dengan air, melainkan mencegah cairannya berpindah ke tempat lain.
Air Tidak Membunuh Bakteri pada Ayam
Membilas ayam dengan air biasa tidak membunuh bakteri berbahaya.
Air hanya memindahkan cairan dari satu permukaan ke permukaan lain. Ketika aliran air mengenai daging, percikan dapat mencapai:
Wastafel.
Keran.
Meja dapur.
Spons.
Lap.
Peralatan makan.
Sayuran di dekatnya.
Tangan dan pakaian.
Semakin kuat aliran air, semakin jauh percikan dapat menyebar.
Dapur mungkin masih terlihat bersih setelah ayam dicuci. Namun, bakteri tidak dapat diketahui hanya dengan melihat permukaannya.
Artikel tentang tempat-tempat di dapur yang sering lupa dibersihkan cocok ditautkan pada bagian ini.
Garam, Jeruk, dan Cuka Bukan Pengganti Memasak
Sebagian orang mencuci atau merendam ayam menggunakan:
Air garam.
Jeruk nipis atau lemon.
Cuka.
Campuran rempah.
Air panas.
Bahan tersebut mungkin mengubah aroma atau rasa, tetapi tidak dapat diandalkan untuk membuat ayam mentah aman dari bakteri.
USDA menjelaskan bahwa mencuci, membilas, atau merendam daging dan unggas menggunakan air garam, cuka, maupun sari lemon tidak menghancurkan bakteri secara efektif.
Jeruk, cuka, dan rempah boleh digunakan sebagai bagian dari resep atau marinasi. Namun, jangan menganggapnya sebagai proses sterilisasi.
Marinasi memberikan rasa. Panas saat memasaklah yang membuat ayam aman dimakan.
Cara yang Benar Membuat Ayam Aman
Ayam harus dimasak hingga mencapai suhu internal aman sekitar 74°C atau 165°F.
Gunakan termometer makanan dan periksa bagian ayam yang paling tebal. Hindari menyentuhkan ujung termometer langsung pada tulang karena hasilnya bisa berbeda dari suhu daging.
Periksa beberapa bagian ketika memasak:
Ayam utuh.
Potongan yang sangat tebal.
Beberapa potong ayam sekaligus.
Ayam dengan isian.
Ayam yang dimasak dari keadaan beku.
Warna daging bukan satu-satunya penanda keamanan. Ayam dapat terlihat matang sebelum seluruh bagiannya mencapai suhu yang aman.
Bagian ini dapat dihubungkan dengan artikel mengenai cara menggunakan termometer makanan dengan benar.
Langkah Aman Menyiapkan Ayam Mentah
Gunakan urutan sederhana berikut:
1. Siapkan peralatan terlebih dahulu
Sebelum membuka kemasan, siapkan:
Talenan.
Pisau atau penjepit.
Wadah bumbu.
Loyang atau panci.
Tempat sampah.
Sabun tangan.
Termometer makanan.
Persiapan ini mengurangi kebutuhan menyentuh lemari, laci, dan botol bumbu ketika tangan sudah terkena cairan ayam.
2. Jauhkan makanan siap santap
Jangan meletakkan salad, buah, roti, atau makanan matang di dekat area persiapan ayam mentah.
Makanan tersebut mungkin tidak akan dimasak lagi sehingga bakteri yang berpindah tidak memiliki kesempatan untuk dihancurkan oleh panas.
3. Pindahkan ayam tanpa membilasnya
Buka kemasan dengan hati-hati dan pindahkan ayam langsung ke talenan, wadah marinasi, atau peralatan memasak.
Jika permukaannya terlalu basah untuk resep tertentu, gunakan tisu dapur sekali pakai untuk menepuknya secara perlahan. Segera buang tisu dan cuci tangan.
Jangan memakai lap dapur yang akan digunakan kembali untuk mengeringkan ayam mentah.
4. Gunakan peralatan terpisah
Jika memungkinkan, gunakan talenan khusus untuk daging mentah.
Jangan meletakkan makanan matang pada piring yang sebelumnya digunakan untuk membawa ayam mentah, kecuali piring tersebut sudah dicuci dan disanitasi.
Artikel mengenai cara mencegah kontaminasi silang ketika memasak dapat ditautkan di sini.
5. Cuci tangan dengan benar
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik setelah menyentuh ayam mentah, kemasannya, atau peralatan yang terkena cairannya.
Bersihkan bagian:
Telapak tangan.
Punggung tangan.
Sela-sela jari.
Bawah kuku.
Pergelangan tangan.
Jangan hanya membilas tangan dengan air.
6. Bersihkan lalu sanitasi permukaan
Setelah selesai menyiapkan ayam:
Singkirkan sisa makanan.
Cuci peralatan dan permukaan menggunakan sabun.
Bilas jika diperlukan.
Gunakan produk sanitasi yang aman untuk dapur sesuai petunjuk pada label.
Biarkan mengering menggunakan cara yang bersih.
Membersihkan mengangkat kotoran. Sanitasi membantu mengurangi mikroorganisme pada permukaan.
Jangan mencampurkan produk pembersih karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan gas yang berbahaya.
7. Masak hingga suhu aman
Masak ayam hingga bagian paling tebal mencapai sekitar 74°C.
Bersihkan termometer makanan setelah digunakan, terutama jika alat tersebut dimasukkan sebelum ayam mencapai suhu aman.
Bagaimana Jika Ayam Sudah Telanjur Dicuci?
Tidak perlu panik.
Hentikan kegiatan lain di sekitar wastafel dan bersihkan area yang mungkin terkena percikan.
Perhatikan:
Bak wastafel.
Keran dan pegangannya.
Meja di sekitar wastafel.
Botol sabun.
Spons atau lap.
Peralatan yang berada di dekatnya.
Lantai jika ada air yang menetes.
Cuci tangan setelah selesai dan gunakan produk pembersih serta sanitasi sesuai petunjuk.
Jangan menggunakan spons yang terkena cairan ayam untuk membersihkan piring atau meja lain sebelum spons tersebut ditangani dengan benar.
Mencuci Tidak Menyelamatkan Ayam yang Sudah Rusak
Jika ayam memiliki bau yang sangat tidak biasa, tekstur berlendir berlebihan, kemasan bocor atau menggembung, atau telah disimpan secara tidak aman, mencucinya tidak akan membuatnya layak dimakan.
Bumbu kuat juga tidak dapat memperbaiki daging yang sudah rusak.
Jika kamu meragukan keamanan ayam, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya.
Artikel tentang tanda bahan makanan sebaiknya tidak lagi digunakan cocok ditempatkan pada bagian ini.
Simpan Ayam Mentah di Tempat yang Tepat
Ketika disimpan di lemari es, letakkan ayam mentah:
Dalam wadah tertutup atau kemasan yang tidak bocor.
Di rak bagian bawah.
Terpisah dari makanan siap santap.
Tidak berada di atas buah, sayuran, atau makanan matang.
Meletakkannya di rak bawah membantu mencegah cairan menetes ke bahan makanan lain.
Jika tidak akan segera digunakan, simpan sesuai petunjuk pada kemasan atau bekukan dengan cara yang aman.
Cairkan ayam di lemari es, menggunakan fungsi pencairan microwave untuk segera dimasak, atau dengan metode aman lainnya—bukan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.
Kebiasaan Lama Boleh Diperbaiki
Banyak orang mencuci ayam karena mengikuti kebiasaan keluarga. Hal itu tidak berarti mereka sengaja melakukan sesuatu yang berbahaya.
Informasi keamanan pangan terus berkembang. Kebiasaan yang dulu dianggap membuat makanan lebih bersih dapat berubah setelah risiko penyebaran bakteri dipahami dengan lebih baik.
Kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau orang lain.
Cukup ubah caranya:
Jangan cuci ayam mentah.
Pisahkan dari makanan lain.
Cuci tangan dan peralatan.
Bersihkan permukaan.
Masak hingga suhu internal yang aman.
Ayam tidak harus terlihat “dicuci” agar aman.
Keamanan datang dari penanganan yang bersih, pencegahan kontaminasi silang, dan proses memasak yang tepat.
Dukung Saya
Jika artikel ini bermanfaat dan Anda ingin mendukung saya agar terus membuat konten Anda dapat memberikan dukungan melalui SAWERIA.
Anda juga dapat melihat karya dan mendukung saya melalui LYNK.ID Setiap dukungan sangat berarti dan membantu saya untuk terus berbagi pengetahuan serta membuat karya baru.
Terima kasih atas dukungan Anda.
Untukmu:
"Tidak semua pertempuran harus dimenangkan, Terkadang bertahan hidup saja sudah cukup. biarkan cara pandang itu menghibur kamu, agar melindungi kamu di dunia keras di luar sana"
"Tidak pernah ada jawaban yang benar dalam hidup, Jika memang ada jawaban yang benar itu adalah hidup menurut keputusan dan keyakinan kamu, serta mengikuti keinginan hati"
"Jalanilah hidup yang kamu mau,Ikuti kata hati kamu dan bangunlah hidup yang bahagia bagi diri kamu"
SEMOGA KAMU MERAIH SEMUA YANG KAMU HARAPKAN, DAN YANG PALING PENTING JUGA JAGALAH KESEHATAN KAMU.
Comments
Post a Comment