Sebuah kaus baru masuk ke lemari.
Beberapa hari kemudian, kamu membeli gelas, kotak penyimpanan, kabel pengisi daya, dan dekorasi kecil. Tidak ada satu pun barang yang terlihat berlebihan jika diperhatikan secara terpisah.
Namun, setelah beberapa bulan, lemari mulai sulit ditutup. Laci dipenuhi benda yang jarang digunakan dan meja kembali berantakan tidak lama setelah dirapikan.
Rumah tidak selalu menjadi penuh karena satu pembelian besar. Sering kali, ruang berkurang akibat barang-barang kecil yang terus masuk tanpa ada yang pernah keluar.
Salah satu cara sederhana untuk mencegahnya adalah menggunakan aturan:
Satu barang masuk, satu barang keluar.
Apa Itu Aturan Satu Masuk, Satu Keluar?
Aturan ini berarti setiap kali membawa pulang satu barang baru, kamu memilih satu barang lama dari kategori yang sama untuk dikeluarkan.
Contohnya:
Membeli satu kaus baru, keluarkan satu kaus lama.
Membeli satu cangkir baru, lepaskan satu cangkir yang tidak digunakan.
Membeli sepasang sepatu, pilih satu pasang lama untuk diberikan atau dijual.
Membeli buku baru, keluarkan satu buku yang tidak ingin dibaca kembali.
Membeli kabel baru, buang atau daur ulang kabel rusak yang tidak terpakai.
Barang lama dapat dijual, disumbangkan, diberikan kepada orang lain, didaur ulang, atau dibuang jika memang sudah rusak dan tidak aman digunakan.
Tujuannya bukan membuat rumah kosong. Tujuannya adalah menjaga jumlah barang agar tidak terus bertambah tanpa disadari.
Rumah Bisa Berantakan Meskipun Kamu Sering Merapikannya
Merapikan dan mengurangi barang adalah dua hal yang berbeda.
Ketika merapikan, kamu memindahkan barang ke tempat yang dianggap sesuai. Namun, jika jumlah barang lebih banyak daripada ruang penyimpanannya, kerapian tersebut biasanya tidak bertahan lama.
Kamu membuka laci dan semua benda kembali saling bertumpuk. Kamu mengambil satu pakaian dan pakaian lainnya ikut terjatuh. Kamu membersihkan meja, tetapi tidak tahu harus menaruh barang-barang yang berada di atasnya.
Masalahnya mungkin bukan kurangnya kotak penyimpanan.
Masalahnya bisa jadi karena terlalu banyak barang harus berbagi tempat yang terlalu kecil.
Artikel tentang tanda rumah memiliki terlalu banyak barang cocok ditautkan pada bagian ini.
Aturan Ini Membuat Kita Berpikir Sebelum Membeli
Ketika mengetahui bahwa satu barang lama harus keluar, keputusan membeli menjadi sedikit lebih serius.
Sebelum membeli kaus baru, kamu mungkin bertanya:
“Apakah kaus ini lebih berguna daripada salah satu kaus yang sudah saya miliki?”
Jika tidak ada satu pun barang lama yang rela kamu lepaskan, mungkin barang baru tersebut belum benar-benar diperlukan.
Aturan ini tidak melarangmu berbelanja. Ia hanya menambahkan satu pertanyaan yang sering terlewat:
Di mana barang ini akan tinggal setelah dibawa pulang?
Jika sebuah barang tidak memiliki tempat yang jelas, kemungkinan besar ia akan berakhir di kursi, meja, lantai, atau sudut ruangan.
Bagian ini dapat dihubungkan dengan artikel mengenai cara menghentikan kebiasaan belanja impulsif.
Mulailah dari Kategori yang Paling Cepat Bertambah
Kamu tidak perlu menerapkan aturan ini pada seluruh rumah sekaligus.
Pilih satu kategori yang sering bertambah, misalnya:
Pakaian.
Sepatu.
Tas.
Buku.
Peralatan dapur.
Produk perawatan tubuh.
Mainan anak.
Kabel dan aksesori elektronik.
Dekorasi rumah.
Wadah makanan.
Jika pakaian merupakan sumber utama kekacauan, mulailah dari lemari. Jika dapur terasa penuh, gunakan aturan tersebut pada cangkir, wadah, dan peralatan memasak.
Memulai dari satu kategori membuat kebiasaan ini terasa lebih mudah dan hasilnya lebih terlihat.
Pilih Barang yang Keluar Sebelum Membeli
Cara paling efektif adalah menentukan barang lama sebelum membawa barang baru ke rumah.
Misalnya, sebelum membeli sepatu:
Periksa semua sepatu yang sudah dimiliki.
Pilih pasangan yang jarang digunakan, rusak, atau tidak lagi nyaman.
Tentukan apakah akan dijual, diberikan, diperbaiki, atau dibuang.
Keluarkan barang tersebut.
Setelah itu, pertimbangkan kembali pembelian barunya.
Langkah ini mencegah kebiasaan berkata, “Nanti saya pilih barang yang keluar,” lalu melupakannya.
Jika berbelanja daring, letakkan barang lama di dekat pintu atau masukkan ke dalam kotak donasi sebelum menekan tombol pembayaran.
Sediakan Kotak Khusus untuk Barang yang Akan Keluar
Siapkan satu kotak atau tas untuk barang yang akan meninggalkan rumah.
Kamu dapat membaginya menjadi:
Donasi
Jual
Berikan kepada orang lain
Daur ulang
Buang
Namun, jangan membiarkan kotak tersebut berubah menjadi tempat penyimpanan baru.
Tentukan batas waktu. Contohnya, barang donasi harus dibawa keluar setiap akhir bulan, sedangkan barang yang hendak dijual diberi waktu 30 hari.
Jika barang tersebut tidak terjual setelah batas waktunya, pertimbangkan menurunkan harga, memberikannya, atau mendonasikannya.
Artikel tentang cara memilah barang tanpa merasa menyesal dapat ditautkan di sini.
Tidak Semua Barang Harus Mengikuti Aturan Secara Kaku
Aturan satu masuk, satu keluar adalah alat bantu, bukan hukuman.
Kamu tidak harus mengeluarkan satu barang ketika membeli:
Makanan dan barang habis pakai.
Obat-obatan.
Kebutuhan bayi.
Peralatan keselamatan.
Barang yang benar-benar belum pernah dimiliki.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan baru.
Pengganti barang yang hilang atau tidak aman digunakan.
Ada juga keadaan ketika satu barang masuk sebaiknya diimbangi dengan lebih dari satu barang keluar.
Contohnya, jika lemari sudah sangat penuh, kamu dapat memakai aturan satu masuk, dua keluar sampai jumlah barang kembali sesuai dengan ruang yang tersedia.
Gunakan aturan ini dengan masuk akal. Tujuannya adalah mengurangi tekanan, bukan menciptakan rasa bersalah baru.
Bedakan Barang Cadangan dan Barang yang Dilupakan
Memiliki barang cadangan tidak selalu berarti berlebihan.
Satu kabel pengisi daya cadangan atau persediaan kebutuhan sehari-hari dapat berguna. Namun, lima kabel yang tidak diketahui fungsinya hanya menghabiskan ruang.
Tanyakan:
Apakah saya mengetahui fungsi barang ini?
Apakah barang ini masih bekerja?
Kapan terakhir kali digunakan?
Apakah saya akan mencarinya jika barang ini hilang?
Apakah saya menyimpannya karena berguna atau hanya takut membuangnya?
Barang cadangan memiliki tujuan yang jelas. Barang yang dilupakan biasanya tetap tersimpan tanpa rencana penggunaan.
Terapkan Juga pada Barang Digital
Kekacauan tidak hanya terjadi di rumah secara fisik.
Ponsel dan laptop juga dapat dipenuhi:
Aplikasi yang tidak digunakan.
Foto yang sama.
Screenshot lama.
Dokumen unduhan.
Email promosi.
File dengan beberapa salinan.
Langganan yang sudah tidak diperlukan.
Gunakan prinsip serupa. Ketika memasang aplikasi baru, periksa apakah ada aplikasi lama yang dapat dihapus. Ketika menyimpan dokumen baru, hapus salinan yang tidak diperlukan.
Ruang digital memang tidak terlihat di dalam kamar, tetapi kekacauan di perangkat tetap dapat membuat sesuatu lebih sulit ditemukan.
Bagian ini cocok dihubungkan dengan artikel tentang cara membersihkan penyimpanan ponsel tanpa menghapus file penting.
Aturan Ini Juga Membantu Menghemat Uang
Ketika harus memilih barang lama yang akan keluar, kamu menjadi lebih sadar terhadap barang yang sudah dimiliki.
Kamu mungkin menemukan pakaian yang terlupakan, buku yang belum dibaca, atau peralatan dapur yang masih berfungsi dengan baik.
Kesadaran tersebut dapat mengurangi pembelian ganda.
Kamu juga mulai memikirkan umur penggunaan. Barang murah yang cepat rusak dan sering diganti bisa menghabiskan lebih banyak uang daripada barang yang lebih awet.
Dengan membeli lebih lambat dan lebih sadar, kamu tidak hanya menjaga ruang rumah, tetapi juga pengeluaran.
Lakukan Pemeriksaan Lima Menit Setiap Minggu
Pilih satu area kecil setiap minggu:
Satu laci.
Satu rak.
Satu bagian lemari.
Satu kotak.
Satu permukaan meja.
Satu folder digital.
Selama lima menit, cari barang yang rusak, tidak digunakan, atau berada di tempat yang salah.
Kamu tidak harus menyelesaikan seluruh rumah dalam satu hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara rutin sering lebih mudah dipertahankan daripada kegiatan besar yang hanya dilakukan setahun sekali.
Rumah yang Rapi Bukan Rumah yang Tidak Memiliki Barang
Tujuan akhirnya bukan menciptakan rumah yang kosong dan terlihat seperti ruang pamer.
Rumah tetap boleh berisi buku, pakaian, koleksi, foto, mainan, dan benda yang membuatmu bahagia.
Perbedaannya adalah barang-barang tersebut memiliki fungsi, tempat, atau arti yang jelas.
Aturan satu masuk, satu keluar membantu menjaga keseimbangan. Kamu tetap dapat menikmati sesuatu yang baru tanpa membiarkan barang lama terus menumpuk.
Sebelum membawa pulang pembelian berikutnya, tanyakan satu pertanyaan:
“Barang apa yang akan keluar untuk memberikan tempat bagi barang ini?”
Jawaban sederhana itu dapat menjaga rumah tetap nyaman tanpa harus terus melakukan bersih-bersih besar.
Dukung Saya
Jika artikel ini bermanfaat dan Anda ingin mendukung saya agar terus membuat konten Anda dapat memberikan dukungan melalui SAWERIA.
Anda juga dapat melihat karya dan mendukung saya melalui LYNK.ID Setiap dukungan sangat berarti dan membantu saya untuk terus berbagi pengetahuan serta membuat karya baru.
Terima kasih atas dukungan Anda.
Untukmu:
"Tidak semua pertempuran harus dimenangkan, Terkadang bertahan hidup saja sudah cukup. biarkan cara pandang itu menghibur kamu, agar melindungi kamu di dunia keras di luar sana"
"Tidak pernah ada jawaban yang benar dalam hidup, Jika memang ada jawaban yang benar itu adalah hidup menurut keputusan dan keyakinan kamu, serta mengikuti keinginan hati"
"Jalanilah hidup yang kamu mau,Ikuti kata hati kamu dan bangunlah hidup yang bahagia bagi diri kamu"
SEMOGA KAMU MERAIH SEMUA YANG KAMU HARAPKAN, DAN YANG PALING PENTING JUGA JAGALAH KESEHATAN KAMU.
Comments
Post a Comment