Kenapa Hari Libur Terasa Cepat, tetapi Menunggu 10 Menit Terasa Lama?
Anehnya, satu hari libur yang dipenuhi makanan enak, perjalanan, dan percakapan menyenangkan dapat terasa selesai hanya dalam beberapa saat.
Padahal, waktu pada jam berjalan dengan kecepatan yang sama.
Satu menit tetap terdiri dari 60 detik, baik ketika kita sedang bosan maupun bersenang-senang. Namun, pikiran tidak selalu mengalami waktu seperti sebuah jam.
Waktu yang kita rasakan dapat memanjang, menyusut, bahkan terasa menghilang.
Kita Memiliki Dua Jenis Waktu
Ada waktu yang diukur oleh jam dan ada waktu yang dirasakan oleh pikiran.
Waktu pada jam bersifat tetap. Sementara itu, waktu yang dirasakan dipengaruhi oleh perhatian, emosi, kegiatan, dan cara kita mengingat sebuah pengalaman.
Itulah sebabnya dua orang dapat menjalani kegiatan dengan durasi yang sama tetapi memberikan jawaban berbeda ketika ditanya berapa lama kegiatan tersebut berlangsung.
Seseorang yang menikmati kegiatannya mungkin berkata, “Rasanya sebentar sekali.”
Sementara orang yang merasa bosan mungkin yakin bahwa waktu berjalan sangat lambat.
Ketika Menunggu, Perhatian Kita Berada pada Waktu
Bayangkan kamu sedang menunggu seseorang yang terlambat.
Karena tidak memiliki kegiatan lain, perhatianmu tertuju pada waktu. Kamu melihat jam, memeriksa HP, melihat pintu, kemudian kembali melihat jam.
Setiap menit terasa jelas karena kamu terus memperhatikannya.
Sebuah penelitian mengenai waktu dan kebosanan menjelaskan bahwa ketika kita merasa bosan dan ingin keadaan segera berubah, aliran waktu dapat terasa lebih lambat.
Masalahnya bukan waktu berhenti bergerak. Kita hanya menjadi terlalu sadar terhadap setiap bagian kecilnya.
Hal serupa dapat terjadi ketika menunggu antrean, hasil pengumuman, balasan pesan, atau waktu pulang kerja.
Jika perhatianmu terus bertanya, “Berapa lama lagi?”, beberapa menit dapat terasa sangat panjang.
Saat Bersenang-senang, Kita Lupa Memeriksa Jam
Ketika melakukan sesuatu yang menarik, perhatian kita tidak lagi tertuju pada waktu.
Kita memperhatikan percakapan, permainan, makanan, pemandangan, musik, atau kegiatan yang sedang dilakukan. Karena pikiran sibuk dengan pengalaman tersebut, kita tidak terus menghitung berapa menit yang telah berlalu.
Sebuah penelitian mengenai pengalaman menunggu dalam keheningan menemukan bahwa perasaan lebih positif dan keadaan yang lebih rileks berkaitan dengan kesan bahwa waktu berlalu lebih cepat.
Inilah alasan pertemuan menyenangkan selama dua jam dapat terasa singkat, sedangkan menunggu lima belas menit tanpa kepastian terasa melelahkan.
Bukan karena waktu menjadi lebih cepat, tetapi karena perhatian kita berada di tempat lain.
Waktu yang Dijalani Berbeda dari Waktu yang Diingat
Ada sebuah hal yang tampak bertentangan.
Liburan dapat terasa sangat cepat ketika sedang dijalani, tetapi terlihat panjang dan penuh ketika kita mengingatnya beberapa bulan kemudian.
Sebaliknya, satu minggu yang dipenuhi rutinitas mungkin terasa lambat saat dijalani, tetapi hampir tidak meninggalkan kesan ketika diingat kembali.
Hal ini terjadi karena pikiran menilai waktu dari dua arah.
Saat sebuah kejadian sedang berlangsung, perhatian memiliki peran besar. Namun, ketika melihat ke belakang, kita lebih bergantung pada ingatan. Penelitian mengenai penilaian waktu secara langsung dan retrospektif menunjukkan bahwa perhatian dan ingatan dapat memberikan pengaruh berbeda terhadap perkiraan durasi.
Dengan kata lain:
Saat menjalani waktu, kita merasakan menitnya.
Saat mengingat waktu, kita melihat peristiwanya.
Mengapa Rutinitas Membuat Bulan Terasa Menghilang?
Bangun, bekerja, makan, melihat HP, tidur, kemudian mengulang kegiatan yang sama.
Rutinitas memang dapat membuat kehidupan lebih teratur. Namun, jika setiap hari terlihat hampir sama, pikiran memiliki lebih sedikit peristiwa berbeda untuk dijadikan penanda.
Ketika mencoba mengingat minggu tersebut, banyak hari seolah menyatu.
Kita mengetahui bahwa tujuh hari telah berlalu, tetapi hanya memiliki sedikit kenangan khusus yang dapat membedakan hari Senin dari Kamis.
Itulah sebabnya satu bulan dapat terasa menghilang begitu saja.
Artikel mengenai cara keluar dari rutinitas yang membosankan dapat menjadi internal link yang cocok pada bagian ini.
Apakah Kita Bisa Membuat Hari Terasa Lebih Panjang?
Kita tidak dapat memperlambat jam, tetapi kita dapat mengubah cara mengalami dan mengingat waktu.
1. Tambahkan satu hal baru
Kamu tidak harus pergi ke tempat yang jauh. Cobalah rute berbeda, makanan baru, aktivitas sederhana, atau berbicara dengan orang yang jarang ditemui.
Pengalaman berbeda memberi hari tersebut identitas yang lebih jelas.
2. Berhenti mengisi semua jeda dengan HP
Saat setiap waktu kosong langsung diisi dengan menggulir layar, banyak bagian hari berubah menjadi satu pengalaman digital yang sulit dibedakan.
Cobalah membiarkan beberapa jeda tetap kosong. Perhatikan perjalanan, suasana ruangan, cuaca, atau orang-orang di sekitar.
Kamu dapat menghubungkan bagian ini dengan artikel mengenai cara mengurangi kebiasaan mengecek HP.
3. Buat penanda di dalam hari
Pisahkan hari menjadi beberapa bagian yang memiliki karakter berbeda.
Misalnya, pagi untuk berjalan, siang untuk mencoba tempat makan baru, dan sore untuk beristirahat atau bertemu teman.
Hari yang memiliki beberapa “bab” biasanya lebih mudah diingat daripada hari yang seluruhnya digunakan untuk satu kegiatan.
4. Jangan terlalu sibuk mengambil gambar
Foto dapat membantu menyimpan kenangan. Namun, jika perhatian hanya digunakan untuk mendapatkan foto yang sempurna, kita mungkin tidak benar-benar hadir di dalam pengalaman.
Ambil beberapa foto, kemudian simpan HP dan nikmati momennya.
Belajar menikmati hidup tanpa selalu merekamnya juga dapat menjadi topik artikel berikutnya.
5. Tuliskan satu hal dari setiap hari
Sebelum tidur, tuliskan satu kejadian yang paling kamu ingat hari itu.
Tidak perlu menjadi sesuatu yang besar. Makanan yang enak, percakapan singkat, udara setelah hujan, atau sesuatu yang membuatmu tertawa sudah cukup.
Catatan tersebut membantu setiap hari memiliki bentuk yang lebih jelas dalam ingatan.
6. Lakukan satu kegiatan dengan penuh perhatian
Ketika makan sambil melihat video dan membalas pesan, kita memang melakukan banyak hal, tetapi tidak selalu mengalami salah satunya secara utuh.
Sesekali, lakukan hanya satu kegiatan. Makan tanpa layar, berjalan tanpa memeriksa notifikasi, atau berbicara tanpa memegang HP.
Cara tersebut dapat membantu melatih fokus dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan Membuat Waktu Lambat dengan Cara yang Salah
Jika ingin hari terasa lebih panjang, bukan berarti kita harus membuat diri sendiri bosan.
Kebosanan memang dapat membuat beberapa menit terasa lambat saat dijalani. Namun, waktu yang kosong dan monoton belum tentu menghasilkan kenangan yang berarti.
Tujuannya bukan membuat setiap menit terasa berat.
Tujuannya adalah menciptakan hari yang cukup beragam untuk diingat, tetapi tidak begitu sibuk hingga kita gagal menikmatinya.
Waktu Tidak Hilang—Kita Hanya Tidak Selalu Menyadarinya
Kita sering berkata bahwa waktu berlalu terlalu cepat. Namun, terkadang yang sebenarnya terjadi adalah banyak hari dijalani dengan pola yang sama dan perhatian yang berada di tempat lain.
Mungkin kita terlalu sering memikirkan kegiatan berikutnya.
Mungkin kita terlalu sibuk merekam.
Atau mungkin terlalu banyak waktu berlalu di depan layar tanpa meninggalkan kenangan yang jelas.
Kita tidak dapat meminta hari berhenti bergerak. Namun, kita dapat memberikan lebih banyak alasan kepada pikiran untuk mengingatnya.
Karena hidup yang terasa panjang bukan hanya kehidupan dengan banyak tahun.
Terkadang, itu adalah kehidupan yang memiliki cukup banyak momen untuk dikenang.
Dukung Saya
Jika artikel ini bermanfaat dan Anda ingin mendukung saya agar terus membuat konten Anda dapat memberikan dukungan melalui SAWERIA.
Anda juga dapat melihat karya dan mendukung saya melalui LYNK.ID Setiap dukungan sangat berarti dan membantu saya untuk terus berbagi pengetahuan serta membuat karya baru.
Terima kasih atas dukungan Anda.
Untukmu:
"Tidak semua pertempuran harus dimenangkan, Terkadang bertahan hidup saja sudah cukup. biarkan cara pandang itu menghibur kamu, agar melindungi kamu di dunia keras di luar sana"
"Tidak pernah ada jawaban yang benar dalam hidup, Jika memang ada jawaban yang benar itu adalah hidup menurut keputusan dan keyakinan kamu, serta mengikuti keinginan hati"
"Jalanilah hidup yang kamu mau,Ikuti kata hati kamu dan bangunlah hidup yang bahagia bagi diri kamu"
SEMOGA KAMU MERAIH SEMUA YANG KAMU HARAPKAN, DAN YANG PALING PENTING JUGA JAGALAH KESEHATAN KAMU.
Comments
Post a Comment